Ibu.Hj.Evi.Afifah : Do'a Jika Melihat Seseorang Yang Tidak Sempurna Fisiknya

Ibu.Hj.Evi.Afifah : Do'a Jika Melihat Seseorang Yang Tidak Sempurna Fisiknya

Kamis 06 Februari 2020 21:00 WIB

Demisioner Sekretaris PC IPPNU Kota Bandung Ibu.Hj.Evi.Afifah menjelaskan ketika pengajian rutinan dengan para santriatnya (Al-Mardiyah) di PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah Kopo Elok, Bandung, Jawa Barat. (Foto : Para Seksi Dokumentasi PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah).

Bandung, Amalia Amanda
Ibu.Hj.Evi.Afifah menjelaskan bahwa semua ciptaan Allah dilahirkan dengan sempurna. Sempurna disini, sempurna menurut Allah SWT.
Ketika kita melihat orang lain yang tidak mempunyai tangan, kaki, ataupun organ tubuh yang lainnya. Maka, disitulah kita berfikir untuk senantiasa bersyukur. Karena, kita diciptakan dengan sempurna dan lengkap segala organ tubuh kita. Oleh sebab itu, ketika kita melihat seseorang yang tidak sempurna fisiknya atau organ tubuhnya. Dianjurkan membaca do'a ini, yaitu :
                          الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Alhamdulillahillazi bini’matihi tatimmus sholihat.

Segala puji bagi Allah Yang dengan nikmat-Nya, maka perkara-perkara yang baik menjadi sempurna.”

Hal ini pun terdapat pada sebuah buku kisah akhlak para wali yang disusun oleh Almukarom Al Habib Novel bin Muhammad Al-Aydarus, yang dimana buku tersebut terdiri dari 56 kisah para wali Allah, dan 148 halaman. Di kisah ke - 30 yang berjudul "Menikah Karena Menghargai Sumpah" . Yaitu, suatu ketika Syeikh Abu 'Utsman Annaisaburi ditanya, "Amal apakah yang paling kamu harapkan pahalanya di sisi Allah?."
Beliau menjawab, "Dahulu saat aku masih muda dan perjaka, keluargaku berulangkali memintaku untuk menikah akan tetapi aku selalu menolaknya. Suatu hari seorang wanita mendatangiku dan berkata
"Duhai Abu 'Utsman, sungguh aku sangat mencintaimu, maka demi Allah nikahilah aku."

Tak lama setelah itu ia datang kembali bersama ayahnya yang miskin dan kamipun menikah. Ayahnya pun merasa sangat bahagia. Ketika kami berduaan ternyata dia adalah seorang wanita yang bermata juling, berkaki pincang, dan wajahnya menyeramkan. Karena cintanya yang begitu besar kepadaku, ia mencegahku keluar dari rumah. Demi menjaga hatinya akupun tinggal di rumah dan tidak sedikitpun kutunjukkan rasa benciku kepadanya. Selama lima belas tahun aku hidup bersamanya hingga ajal menjemputnya. Inilah amal yang paling kuharapkan pahalanya di sisi Allah."

Kisah di atas tadi dijelaskan kembali oleh Ibu.Hj.Evi.Afifah bahwa para wali Allah mempunyai hati dan akhlak yang mulia. Sehingga apa yang diperbuat semata - mata hanya karena Allah SWT. Tanpa meminta imbalan atau pamrih pada apa yang telah diperbuatnya terhadap orang lain. Walaupun wanita tersebut tidaklah cantik jelita, bahkan tidak sempurna salah satu organ tubuhnya. Tapi, oleh Syeikh Abu 'Utsman Annaisaburi senantiasa membahagiakan wanita tersebut hingga akhir hidupnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengembangan Potensi Diri

Amalia Amanda & Pondok Pesantren

PERAN DAN GERAKAN KOPRI